Lagi ! Sebuah Malware Palsukan Aplikasi ke 25 Juta Android

Lagi ! Sebuah Malware Palsukan Aplikasi ke 25 Juta Android

 

 

Untuk kesekian kalinya, dan lagi !. Sebuah malware terdeteksi memalsukan sebuah aplikasi yang sudah menyebar dan di unduh ke 25 juta pengguna Android sampai sekarang.

Aplikasi malware Android ini ditemukan oleh para peneliti sebuah perusahaan keamanan yang bernama Check Point.

Menurut para ahli tersebut. aplikasi malware ini.

Ditujukan untuk dapat menampilkan lebih banyak iklan serta mengambil kredit iklan yang telah ditampilkan.

Sehingga para operator malware palsu ini dapat mengambil keuntungan dengan cara yang tidak wajar.

Pihak Check Point sendiri mengatakan.

Bahwa malware tersebut akan mencari sendiri aplikasi yang ramah atau dikenal oleh perangkat anda.

Seperti aplikasi WhatsApp, Opera Mini, atau Flipkart.

Lalu kemudian, malware tersebut akan mengganti sebagian dari script aplikasi tersebut,

Dan mencegah aplikasi tersebut meminta update dari Google Play ataupun Apps Store.

Baca Juga : Ternyata Game di Playstore Mampu Menyadap Aktivitas Smartphone Penggunanya !

 

Metode Infeksi

Proses cara menginfeksi yang dilakukan malware ini.

Disebut Check point dengan nama Agen Smith (seperti The Matrix)

Sampai detik ini, malware tersebut masih aktif di negara bagian India, yang sekarang sudah mulai menyebar ke negara-negara terdekat lain.

 

 

Penyebab lain mengapa malware ini begitu kuat di India adalah.

Karena cara utama penyebaran aplikasi ini.

Berasal melalui toko aplikasi pihak ketika yang disebut dengan 9Apps.

Sebuah toko aplikasi yang sangat populer di wilayah tersebut.

Check point juga menjelaskan, bahwa malware tersebut kerap disembunyikan dalam utilitas foto yang hampir tidak berfungsi.

Juga diselipkan kedalam game, atau aplikasi yang kontennya berhubungan dengan seks.

Setelah pengguna mengunduh aplikasi-aplikasi yang mengandung malware tersebut.

Malware akan menjalar dan menyamarkan diri mereka sebagai aplikasi asal Google dengan nama “Google Updater”

Setelah aplikasi palsu ini masuk ke Android / IOS anda.

Barulah proses pergantian script dilakukan kepada aplikasi-aplikasi aman lainnya.

Tidak hanya di wilayah-wilayah bagian India.

 

 

Semakin Canggih dan Semakin Meluas

Kini, malware tersebut telah menyebar memasuki negara AS dan menginfeksi lebih dari 300.000 perangkat.

Walaupun angkanya terbilang sangat kecil jika di bandingkan dengan India yang menjangkit puluhan juta perangkat.

Namun AS tetap memberikan peringatan kepada setiap pengguna Android ataupun IOS untuk selalu waspada dalam memilih aplikasi yang ingin mereka unduh.

Operator malware ini juga diketahui cukup sukses memperluas jaringan mereka hingga ke Google Play Store.

 

 

Bahayanya lagi, malware ini mampu menyelinap secara bersamaan di 11 aplikasi perangkat anda.

Yang menyertakan kode yang sama dengan versi malware yang lebih sederhana.

Check Point juga menekankan, bahwa “penyakit” ini juga sudah hampir selalu di respon oleh Google sendiri.

Google secara aktif terus menerus menghapus aplikasi-aplikasi berbahaya yang mereka temukan setiap harinya.

Walau cenderung bersifat sensitif, namun Check Point tidak mau menutup kemungkinan.

Bahwa malware ini memang berasal dari negara China.

Baca Juga : Lagi ! Google Hapus Puluhan Aplikasi ‘Jahat’ Dari Play Store

 

 

Pengembang yang diperkirakan berasal dari China ini mengklaim.

Jika mereka mampu menerbitkan aplikasi dengan cepat dan berkualitas tinggi secara international.

Penangkal dari malware ini sebetulnya sangat mudah.

Yakni para developer aplikasi harus memperbarui aplikasi mereka dan memanfaatkan perlidungan tambah yang sudah tersedia.

728x90

1 Trackback / Pingback

  1. 10 Game PC Terbaik Versi Offline Yang Pernah Ada, Apa Saja ?

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*