Kecanduan Game Adalah Sebuah Penyakit Mental Menurut WHO

Kecanduan Main Game

Kecanduan Game Adalah Sebuah Penyakit Mental Menurut WHO

 

Sebuah badan organisasi PBB, WHO (World Health Organization) telah resmi membenarkan, bahwa mereka yang kecanduan game bisa disebut sebagai penyakit mental.

Meski kalian menganggap ini masih nampak seperti normal.

Atau hanya sekedar menikmati media hiburan.

Ternyata hal ini berbeda dengan apa yang telah dikemukakan oleh organisasi kesehatan dunia, WHO.

 

WHO

 

Dampak buruk dari bermain game memanglah sudah tidak asing di dengar.

Mulai dari merusak mata, pendidikan dan pekerjaan terabaikan.

Kurangnya rasa sosialisasi sampai terbengkalainya kebersihan tubuh seperti mandi.

Berbagai polemik tentang adanya gejala kecanduan.

 

 

Bahkan hingga aksi kriminal yang terinspirasi dari gim punya semakin banyak.

Hingga situasi dan kondisi ini sendiri sering menjadi perdebatan diantara dokter-dokter ahli kejiwaan.

Berkaca dari masalah-masalah tersebut, ada salah satu pihak yang cukup merasa terpanggil.

Untuk bisa memberikan sebuah solusi menurut cara pandang secara umum.

Dimana pihak tersebut adalah organisasi kesehatan terbesar yang dibentuk oleh PBB, yakni WHO.

Baca Juga : Sony VR Glove Buat Kamu Rasakan Sentuhan Benda Didalam Game

Resmi Sebagai Salah Satu Jenis Penyakit

WHO ada World Health Organization alias badan kesehatan dunia kini telah menyatakan.

Bahwa orang yang kecanduan game hingga sering kali melalaikan kegiatan mereka di dunia nyata.

Patut disebut sebagai orang yang mengalami gangguan kejiwaan alias penyakit mental.

 

 

Berdasarkan aksi-aksi negatif dari bermain gim seperti kecanduan dan lain sebagainya yang dilakukan oleh si pelaku.

Wacana pembahasan ini sendiri sudah terjadi cukup lama, terhitung sejak tahun 2018 lalu.

Pada sebuah pertemuan World Health Assembly ke-72 di Geneva kemarin.

WHO secara resmi telah memfinalisasikan gejala adiksi bermain video game.

Kedalam suatu draft ICD atau International Classification of Disease.

 

World Health Assembly

Yakni daftar penyakit-penyakit yang mereka miliki.

Sudah resmi dicap ke dalam versi penjabaran yang telah direvisi.

Penetapan gejala kecanduan game sebagai bentuk penyakit baru ini.

Kabarnya akan resmi aktif berlaku pada tanggal 1 Januari 2022 mendatang.

Berdasarkan definisi dari Pihak WHO.

Seseorang bisa disebut mengalami kecanduan terhadap video game bila selama minimal 12 bulan seorang individu:

  • Tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol intensitas atau frekuensi dalam bermain game
  • Lebih memprioritaskan aktivitas gaming ketimbang melakukan kegiatan-kegiatan nyata lain yang wajib individu lakukan
  • Tetap bermain game secara terus menerus meski aktivitas tersebut telah berdampak negatif pada segala aspek kehidupan individu di lingkungan sosial, keluarga, akademi, pekerjaan, dan sebagainya.

Keputusan WHO tersebut tetap berhasil memancing banyaknya beragam pro dan kontra.

Para pelaku terdapat dari berbagai kalangan.

Seperti yang berkecimpung di dunia industri video game.

Yakni ESA, UKIE, IGEA, dan masih banyak lagi.

Jelas adalah pihak yang terang-terangan menyatakan ketidaksetujuan.

 

Memberikan Perhatian Lebih dan Mengajak Bersosialisasi

Dalam press release resminya.

Mereka sama-sama sepakat mengungkapkan.

Bahwa WHO perlu meninjau ulang keputusannya kembali.

Keberadaan “Gaming Disorder” atau gangguan penyakit akibat bermain game sendiri.

Mereka anggap sama sekali tidak memiliki dasar bukti kuat.

 

 

Untuk dimasukkan ke dalam daftar utama klasifikasi penyakit mental.

Karena selain masih kurangnya riset yang diperlukan.

Beberapa pihak lain juga menemukan adanya suatu dampak positif yang bisa dibawa oleh video game.

Terutama menyangkut soal pemanfaatan video game sebagai sarana untuk mengobati gejala depresi dan kegelisahan.

 

 

Walau demikian.

Sebagian orang berpendapat bahwa apa yang sudah di lakukan oleh WHO.

Bisa cukup membantu para dokter dan terapis untuk memberikan diagnosa.

Karena bagaimana pun juga.

Kehidupan seseorang yang bisa terenggut oleh video game itu boleh dibilang memang ada bahkan pernah.

Ada harapan bila mereka bisa sesegera mungkin mengetahui bentuk metode penyembuhan yang tepat

Sekaligus menguak tindak pemicu awal dari bagaimana sumber gejala kecanduan tersebut menjadi sebuah tindak kriminal.

1 Trackback / Pingback

  1. Moonton Mengembangkan Game Terbaru Penerus Mobile Legends

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*