Epic Games Mulai Kerja Keras Demi Kalahkan Steam Valve

Epic Games Mulai Kerja Keras Demi Kalahkan Steam Valve

Dua jagoan di dunia industri games, Epic Games dan Valve kini sudah terlihat saling bersaing ketat satu sama lain.

Perkembangan dunia game saat ini tengah hangat akibat kedua hubungan dari raksasa pelaku dunia game itu.

Jika kalian gemar mengikuti perkembangan dunia game, pastinya kalian sudah tahu, bahwa saat ini tengah terjadi revolusi di dalam Epic Games.

Kini Epic Games telah berhasil meluncurkan platform penyedia game yang di namakan Epic Games Store.

Kehadiran ini memiliki rasa yang sama dengan platform Steam milik Valve.

Strategi Epic Games dalam melakukan strategi pemasaran mereka di rasa menyerang banyak pihak, terutama platform yang serupa, yakni Steam.

Pasalnya, Epic Games Store diketahui sangat gencar merekrut banyak sekali publisher agar bisa mendapatkan hak ekslusif dari game-game terbaru.

Alhasil, jika sudah terikat secara ekslusif, tidak ada lagi penyedia jasa game yang berhak mem-publish game tersebut kecuali Epic Games Store.

Singkatnya kalian tidak akan memainkan game-game ini di tempat lain.

Sementara, jawara saat ini, Steam yang memegang dominasi terkuat sejak 2003 silam tentunya tidak akan tinggal diam.

Baca Juga : 8 Keyboard Gaming Terbaik di Tahun 2019, Kalian Sudah Punya ?

Epic Games Store Berambisi Mengalahkan Steam

Dengan semakin banyaknya permainan-permainan ekslusif yang telah berhasil di “segel” oleh Epic Games Store.

Maka sudah pasti akan membuat suasana semakin panas.

Di tambah lagi game Borderlands 3 milik Epic Games Store yang juga merupakan game ekslusif ini sangat membuat heboh.

Sebab game ini meledak di pasaran dan sempat menjadi kontroversi terbesar karena Epic Games di anggap melakukan monopoli pasar yang tidak adil.

Hal seperti ini tentunya tidak di duga atau di rasakan oleh para pemain.

Sama seperti peristiwa perang console yang heboh, yakni “console war” antara PlayStation 4 vs Xbox One.

Sebagai pimpinan dari divisi Epic Games Store, Steve Allison menjelaskan.

Bahwa pihak mereka tidak akan mengikat pihak lain yang memiliki kerja sama dengan Steam untuk pengambilan hak ekslusif ini.

Maka dengan demikian, dirinya menyebutkan bahwa setiap pihak wajib bersabar dan tidak perlu membuat kericuhan.

Tetapi, Tim Sweeney, selaku CEO Epic Games justru mengatakan hal yang sebaliknya.

Melalui postingan terbaru di akun twitter milik CEO Epic ini.

Sweeney menuliskan.

Kalau pihaknya akan tetap terbuka dengan kerja sama dari publisher ataupun developer manapun yang ingin merilis gamenya secara eksklusif di Epic Store.

Tidak masalah jika publisher-publisher ini sedang terikat kontrak dengan Steam atau tidak.

Karena kerjasama yang nantinya terjalin dengan Epic akan tetap bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Dengan pengumuman ini.

Maka dapat di simpulkan, Epic Store tidak akan berhenti mengumpulkan publisher dan game Eksklusif.

Sampai mereka bisa mengalahkan Steam sebagai platform penyedia game secara online terbesar.

728x90

1 Trackback / Pingback

  1. Monster Hunter Bubar ! Tencent Resmi Putus Kontrak Dengan Capcom

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*